Agustus 10, 2011
Cinta
Banyak hal mungkin akan memberi jawaban yang beragam, beberapa ada yang menginginkan bisa bersamanya, beberapa ada yang menginginkan bisa berbagi hidup dengan nya, beberapa ada yang menginginkan untuk bisa mendapatkan manfaat dan mungkin sedikit mereka yang bisa tulus ikhlas memberikan org yg dicintai ny untuk bisa berbahagia dengan yang lain.
Apapun jawabannya, cinta ga mengenal sudut pandang secara objektif. Ga ada pengukuran untuk orang yang kita cintai, kaya-miskin, bodoh-pintar, rupawan-jelek, baik-jahat, dll.
Dalam cinta ga butuh persyaratan banyak untuk meyakini diri bahwa kita mencintai orang yang kita sayang, disaat kita mencintai orang, yang terpenting adalah kita mencintai ny, apapun itu, apapun yang dia bawa, apapun yang sudah Tuhan berikan pada diri mereka yang kita cintai.
Terimalah orang yang kita cintai dengan tangan dan hati terbuka, mereka mungkin bukan lah orang yang sempurna, bukan orang yang tepat atau bukan orang terbaik yang pernah ada dalam sejarah hidup kita, tetapi mereka datang dan menawarkan cinta yang tulus dan hanya cinta yang dipunya, apapun itu pasti nya mereka akan bertanggung jawab untuk orang yang mereka cintai.
Berbeda itu saling melengkapi, jika kamu selalu menginkan yang lebih dan sempurnya, cintailah dirimu sendiri dan pacarilah ia :P
Percayalah, mereka yang selalu bertanya2 bagaimana bisa mencintai org lain, sesungguhnya dia bukanlah kekasihnya (:
April 17, 2011
untitled
Saat ini, ketika saya menonton atau membaca berita, dlm beberapa kasus, terjadi soal pengeboman rumah ibadat, atau bom bunuh diri ketika suatu kegiatan keagaamaan berlangsung, atau perpecahan antara 2golongan agama karena hal sepele. Dan beberapa temen menanyakan pendapat saya soal ini, menurut mu apa latar belakang terjadi kasus seperti itu:
t: gw cuma bilang hal tersebut dilandasi 2 hal, pertama karena fanatisme mereka terhadap agamanya, sampai org lain di bilang kafir. yang kedua krn memang isu tersbut sengaja di ciptakan untuk membuat kondisi Indonesia jadi tidak stabil krn lemah dlm ketahanan di dalam negeri. Apapun latar belakangnya, jelas agama yang dibawa dalam hal ini.
Indonesia merupakan negara dengan mayoritas agama islam, disusul dengan agama2 lain; kristen, katolik, hindu, budha, dan kong hu cu. Setelahnya muncul ajaran2 ahmadiyah sampai yang paling ekstrim lia edan :P piss ya tan..
Dengan agama yang beraneka ragam ini, jelaslah pasti timbul letupan2 di dalamnya. Apalagi ketika org satu dengan yg lainnya sudah saling membela agama masing2, dan mengatakan agama saya lah paling bener dan agama kamu salah. Pasti yg ada ujung2nya Konflik lagi.
Dalam tulisan saya kali ini, saya hanya ingin menyampaikan suatu perspektive aja bagaimana saya memandang mengenai perbedaan ini, menjadi saling mengerti dan menghormati agama lain, menjadi mayoritas dan menjadi minoritas dalam satu waktu yg bukan menjadi perkara mudah.
Saya pernah mendengar teman bercerita tentang suatu pengalamannya yang lukisannya kurang lebih begini, sebut saja dia si A. si A ini memeluk agama mayoritas di negara ini, saat itu dia menempuh pendidikan di salah satu universitas negeri di jogjakarta. Si A ini merupakan anggota organisasi berbasis keagamaan. Suatu hari akan di bangun sebuah rumah peribadatan salah satu agama di lingkungan sekitar kampus si A, saat itu si A dan beberapa temannya melakukan diskusi kepada asisten rektor untuk upaya mencegah pembangunan itu terjadi hingga meelakukan demo krn takutnya ada upaya penyusupan nilai-nilai agama lain (re: smcm kristenisasi). Diurungkan lah akhirnya pembangunan itu. Dia menyelesaikan studi sarjananya dan kemudian melanjutkan studi di jepang. Saat di Jepang, dia bertemu dengan teman2 dari Indonesia yang jumlahnya tidak kurang dari 10orang di regional yang sama. Mereka mempunyai agama yg sama. Saat tiba waktu jum'at lah yg paling ribet, mereka harus mencari ruangan kosong untuk dapat ditempati sampai menyewa ruangan yang ukurannya tidak kurang dari 4x3 untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Yah mereka disana menjadi kaum minoritas krn agamanya, mengingat jepang termasuk negara sekuler, jd bsa di bayangkan jumlah pemeluk agama tauhid disana.
Suatu hari, sang profesor menawarkan ruangan kosong di dalam universitas, ruangan itu akhirnya dijadikan tempat peribadatan mereka sehari-hari. Selang berapa lama, ruangan tersebut pun dialih fungsi kan menjadi ruangan untuk kegiatan akademik lain. Sang profesor pun tak mampu berbuat banyak untuk ini. Akhirnya si A dan beberapa temannya harus mencari ruangan kosong bahkan untuk beribadah pun mereka harus sembunyi2.
Akhirnya karena tak tega, sang profesor pun meminjamkan ruangan di rumahnya untuk melaksanakan ibadah. Bulan demi bulan pun berganti, si A dan kawan2 pun mengumpulkan pundi2 uang untuk membangun sebuah sarana ibadah (re: musholla), setelah uang dirasa terkumpul, mereka membangun musholla ini, pemerintah jepang pun tidak melarang pembangunan ini asalkan tetap berpegang pada aturan pembangunan yg ada di Jepang sana.
Setelah A pulang dari jepang, dia pun banyak belajar mengenai pengalamannya ini, bahwa meyakini sesuatu apa yang dia percaya adalah hak setiap orang dan akan menjadi duka ketika orang lain mulai mengusik nya.
Dari dia saya mendapati tambahan pengamalan (tidak langsung) mengenai ini. Memang benar adanya setiap orang berhak memiliki apa yang dia yakini, bahkan seorang atheis pun memiliki keyakinan untuk tidak percaya adanya Tuhan atau hal unseen things lainnya. Tetapi jangan sampai apa yang di yakini, apa yg di percaya menjadi fanatik akan itu.
Ada lagi cerita mengnai hal serupa. Kebetulan teman saya memeluk agama konghucu, dulu jaman soeharto, ruang gerak dia dan keluarga sangat terbatas untuk beribadah, bahkan saat kerusuhan terjadi, dia sangat membenci dirinya , bkn krn dia membenci agamanya, tetapi kenapa dia harus tinggal di tempat dimana org tidak bsa menghargai apa yg dia yakini dan dia percaya. Jadilah dia d kucilkan oleh teman-teman dan tetangga nya, bahkan saat kerusuhan dan pasca nya pun dia tidak keluar dari rumah bersama keluarga dan tetap tinggal di dalam rumah hingga berapa hari lamanya. Ketika itu kami bertemu kembali dalam suatu acara, dia bilang dia sangat bersyukur ketika agama kong hu cu dijadikan agama resmi nasional di Indonesia (era alm. Gusdur), kemudian dia dan keluarga nya pun mentraktir saya makan, dn merayakan dengan suka cita. Mereka bilang bahwa pengakuan itu tidak begitu penting, tp bagi mereka sangat penting untuk dihargai dlm meyakini dan melaksanakan ibadah di suatu lingkungan yang beragamakan mayoritas. Saya jadi terenyuh mendengarnya.
Suatu hari saya pernah membaca kicau dari seorang wartawan mengenai mentri agama yg akan merubuhkan patung budha, sontak lah saya sangat marah krn itu. Bagaimana bisa ya seorang mentri agama bersikap seperti itu. Dia itu kan mentri agama Indonesia bukan mentri agama mayoritas (pikir ku saat itu)..
Dari sekian cerita di atas, pastilah sekarang kita berfikir bagaimana agama itu penting bagi suatu kehidupan, bukan hanya sebagai jalan dalam menuju kebaikan dan dalam mencapai Nya. Tetapi sebagai alat untuk melihat seberapa besar ego kita mampu membuat kita berfikir scr rasional bahwa Bagimu adalah agamamu, bagiku adalah agamaku (qur'an).
Maret 22, 2011
‘This is my story : conditional movements’
Ini adalah malam ke 22 dalam bulan maret, dimana saya menaruh harapan akan impian yang akan saya raih pada saat usia saya masuk ke 30 tahun. Lantas apa hubungan Judul dengan Usia 30tahun? karena dimana usia tersebut merupakan usia kematangan seseorang diuji dalam segala sikap dan tindakan sebagai seorang yang berumur dan sudah dewasa, pergerakan yang stabil dengan diikuti oleh emosi yang stabil pun akan membawa usia ini meraih usia gemilang saat akan memasuki tahap lepas landas menjadi seorang wanita.
Awal kelahiran angka 3 dimulai ketika saya menapaki diri saya menjadi seorang ibu yang sudah cukup mapan. Mempunyai sebuah keluarga kecil yang bahagia adalah impian setiap wanita, berharap saat usia menginjak kepala 3 saya sudah mempunyai 2anak kembar :D dengan suami dambaan yang saya sudah kenal sejak bertahun-tahun lamanya. Dengan pekerjaan saya yang sudah cukup mapan mungkin saya akan membangun sebuah sanggar seni ataupun sanggar untuk pendidikan, berharap pekerjaan nantinya yang entah menjadi seorang desainer ternama sekelas chloe dao atau yang lokal sekalipun tante anne avantie, mungkin menjadi seorang analis kebijakan pemerintah dengan segudang kesibukan dalam mengkritisi atau membuat kebijakan baru, atau mungkin saja bisa menjadi seorang guru di pedalaman, mungkin bisa bergabung dengan sejumlah LSM Internasional sekelas UNICEF, WHO atau WWF, bahkan mungkin saja pekerjaan saya tidak dapat ditebak, yaitu menjadi seorang penari bahkan seorang ahli seni.
Menjadi salah seorang anggota dalam NGO adalah impian terbesar saya. Kenapa begitu tertarik dalam bidang ini? Jawaban nya simpel aja, karena ingin menjadi berguna untuk orang lain tanpa harus menjadi seorang yang besar dan mempunyai kekuasaan.
Berperan serta dalam membangun pendidikan yang merata adalah fokus utama, karena dengan pendidikan, kebodohan pun akan berkurang, dengan pendidikan, masyarakat pun tidak perlu lagi harus dibodohi untuk mengerti tata cara berdagang atau sekedar menandatangani sebuah petisi atau surat wasiat, dengan pendidikan pun masyarakat didik untuk bisa berfikir secara rasional dan mengedepankan fakta bukan hanya sekedar desas desus atau mitos belaka, dan yang terakhir dan menjadi pengharapan adalah dengan pendidikan, diharapkan mampu untuk menanggulangi segala bentuk kemiskinan.
Mungkin dalam banyak kasus, ketika mendaftar NGO hal tersulit adalah komunikasi, karena hampir sebagian besar, dalam NGO Internasional, peserta yang mendaftarkan dirinya, paling tidak harus mampu berbahasa asing terutama inggris baik secara lisan ataupun tulisan. Sedangkan, bahasa inggris di Indonesia sendiri bukan merupakan bahasa pengantar, karena di Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dan hampir setiap daerah cenderung membawa identitas budayanya dengan menggunakan bahasa Ibu atau yang lazim disebut dengan mother tongue, mengakibatkan mempelajari bahasa asing merupakan menjadi kendala.
Alternatif atau solusi yang ditawarkan pun beragam, ada yang menggunakan jasa mengundang private teacher dalam melatih bahasa inggris, ataupun mengikuti kursus pelatihan yang sudah banyak berkembang, salah satunya adalah belajar bahasa inggris di EF. Untuk informasi lebih lengkapnya, teman-teman bisa mengakses ke situs terkait www.englishfirst.co.id
Hal terakhir dalam ajang ini, adalah menunjukan seberapa kompeten nya saya untuk memenangkan perlombaan ini? jawaban nya cukup simpel, kalau ada juara 1 kenapa harus mau untuk disisihkan :)
Januari 11, 2011
Godokan
Tetap menanamkan energi positif ke diri sendiri,
Yang dampaknya sudah pasti ke diri qta dan orang lain.
Terlalu banyak kasus yang harus diamati,
hingga sibuk berkutat atau menemukan topik mana dlu yang harus diikuti di negeri ini.
Bukan karena ketidakmampuan masyarakat dalam menjangkau pikiran org2 yg katanya hebat ini, tetapi karena sudah terlalu bosan dan menunggu kapan datangnya masa kejayaan yang selalu dinantikan, seperti yg sering diramalkan, bahkan ramalan terkenal jayabaya ikut berperan andil dalam mempengaruhi sugesti masyarakat awam.
Setelah beranjak dari kasus century yang terjadi tahun 2009, yang tidak ada kabarnya, bahkan kasus lumpur lapindo yang juga menguap bahkan bekas tak tersisa, hanya lolongan masyarakat kecil saja yang selalu minta keadilan yg teramat langka di negeri ini, kecuali jika duitnya kencang mengalir, mungkin masih bsa dipikirkan :P
Tahun 2010 merupakan tahun yang cukup berat, karena begitu banyaknya bencana; mulai dari bencana alam, pangan, kemanusiaan, hingga moral.
Dimulai dari bencana alam; kita tau bahwa gempa bumi, banjir, kebakaran hutan, angin puting beliung, itu sudah menjadi makanan di Indonesia. Bahkan yang lebih dahsyat ketika merapi menunjukan kekuatannya, bahwa seharusnya manusia itu sadar tdk lbh kuat drpd alam, jd merunduklah kita smua dan berlaku adil lah kepada alam yang telah mengasihi kita.
Begitu banyak korban, ketika air mata sudah tidak cukup mampu lagi untuk mengeluarkan tangisan. Berharap keadaan yang lebih baik untuk para korban saat tanggap bencana terjadi, pengharapan pasca bencana tidak bertambah buruk, tp keadaan berkata lain, Banjir lahar dingin menerjam :'(
Apa kabarnya nias yang diluluhlantahkan oleh serangan tsunami?
Apa kabarnya wasior yg terkena banjir bandang?
Apa kabarnya bencana2 lain yg ada di Indonesia?
yang tidak di blow up ke media.
Ketika kita sedang asik mungkin menonton bola, hingar bingar kehidupan malam, menghabiskan sisa malam dgn sampagne, atau rokok, ketika asik bercinta sana sini.
Ketika itulah saudara kita terkena musibah, yang kita sendiri belum tentu sensitif akan itu.
Semoga kita masih bisa mau mengetuk pintu nurani kita, tanpa org lain mengetahui akan hal itu.
Kemiskinan
Seperti layaknya lingkaran setan yg tidak akan pernah terputus, karena harus mengcut sana sini, ditambah jika keadilan belum sepenuhnya ditegakkan, kemiskinan masih akan terus melanda. Miskin harta yang selalu menjadi perkara, bagi kita manusia yang hidup di dunia.
ketika kemiskinan menjadi momok menakutkan, apapun itu smua serba uang, mau masuk sana sini uang, mau beli ini itu uang, mau makan ini itu uang, mau ngurus keadilan hukum aja kalau ga ada uang, ga akan bsa selancar bahkan terhitung stuck di tempat.
Orang2 miskin seperti kita ini, apalagi yang tidak punya kuasa, tidak akan mampu melawan merke yang punya uang dan kekuasaan, karena smua org tau bahwa kedua hal itu yg mengatur berjalannya roda pemerintahan di negeri dongeng ini :P
Upaya dalam Memberantas kemiskinan sama aja kaya mau menghapus noda tinta di kaos, karena kemiskinan di Indonesia itu sifatnya bukan diberantas, tapi harusnya di tanggulangi.
Masyarakat miskin itu diberdayakan, dengan kemampuan minim dan menggali potensi yang mereka miliki.
Moral, Agama, Etika, dn bobroknya manusia.
Ketika kembali moral orang2 Indonesia dipertanyakan? sejauh mana org2 yang berpendidikan dengan moral yg dijunjung tinggi, mampu beretika dan berlaku layaknya "pendidikan" bukan hanya sekedar menjadi civitas akademi tetapi ketika disodorkan uang "licin" langsung menerkam layaknya kucing yang mendpatkan umpan.
Ketika uang bahkan mampu membeli moral dan harga diri orang2.
Bahkan satu2nya yang selalu dibawa manusia kemanapun melangkah, adalah harga diri dan keyakinannya. Poor them.
Pernah saya menemukan suatu ketika sedang terduduk di teras kos teman, saat itu adzan maghrib menyambangi. Isi satu kos penuh dengan lagu metal, dgn sound yg saling adu satu sama lain, bukannya dikecilkan volume nya, mereka trs melantunkan lagu2 itu. Jika mereka bukan pemeluk agama islam, kenapa tdk dikecilkan. Apa salahnya menghargai, tdk lama koq cuma 5menit, adzan itu akan selesai. Padahal mereka smua berpendidikan, yah menggunakan almamater negeri, tetapi tidak bermoral. Bahkan tukang pemungut sampah keliling saja yg notabennya tidak berpendidikan, ketika adzan berlantun, dia masih sempat diam untuk mendengarkan dengan seksama "subhanallah" seraya nya.
Miris ketika mengetahui banyak dari pemuda pemudi yang sedang mabuk cinta melakukan hubungan seks diluar nikah, apalagi dilakukan nya di tempat2 yang menjadi red area (_ _")
Jadi buat apa pelajaran agama yg selalu didapat ketika mereka masih duduk dari sekolah dasar hingga bahkan di jenjang perkuliahan masih mendaptkan, ketika smua berpegang teguh terhadap agamanya masing2, melantunkan puja pujian tetapi mata tetap bergairah menonton film biru, lalu menerapkan nya dengan mencolokan terhadap siapapun yang mungkin mengatasnamakan cinta, yah pemerkosaan atas nama cinta, atau uang.
Pencitraan selalu menjadi simbol di negeri dongeng ini kawan,
apapun yang kamu punya, orang pasti akan menganggap mu apa yg kau bawa dan pakai.
orang selalu berbangga terhadap yg mereka miliki, yang mereka gunakan, padahal smua ujung kehidupan ini adalah fana. Selalu orang mengingat dan mengetahui ini, tetapi yg membedakan adalah komitmen dan tetap konsisten terhadapa apa sebenarnya diri kita.
Pejabat terus berbangga hati memamerkan dan berjalan angkuh ketika turun dari mobil mewah yang kita org miskin hanya mampu berdecak kagum, bukan pada orangnya, tetapi mobilnya :D
Ketika banya org yg selalu merunduk ketika mereka smua para bedebah lewat dihadapan kita, harus menurunkan kepala dan sedikit membungkukan dada "wth, siapa mereka? mereka itu org2 yang kalian pilih. Seharusnya mereka yang memuja si pemilih, bukan kita yg memuja mereka apalagi berharap mereka menaruh setitik perhatian kepada kita"
Rindu rasanya melihat alm. Gusdur yg selalu tampil biasa, hanya berpakaian sarung, atau kemeja ala kadarnya, pemimpin yg tak terlalu sibuk merapihkan citra nya, tidak seperti pemimpin yang lain, menghabiskan berjuta2 anggaran untuk membiayai mereka.
Ahhh indahnya pencitraaan :)
Terlalu indah ketika borok manusia harus dibuka, terlalu indah rasanya ketika harus menjatuhkan orang lain saat diri sendiri masih diselimuti bau bangkai, saya suka untuk meletakkan filosofi kaca untuk intropeksi diri. Dimana setiap orang punya kaca yg cukup besar untuk memandang seberapa jauh diri mereka terlatih dlm menghadapi kehidupan, ketika sudah dirasa cukup, baru berbagi dgn yg lain. Ada pula yg punya kaca tetapi selalu sibuk memberi kaca kepada yg lain, hingga kaca yg ia gunakan berdebu (:
Apa yg ditulis semoga menjadi pembelajaran bagi kita bahwa godokan tentunya sesekali berguna, ketika org lain sibuk mengurusi apa yg menimpa mereka trutama bencana, kemiskinan, msh banyak diluar sana yg sibuk berkutat dengan belajar etika hingga jauh2 ke yunani, dan tentunya sibuk pencitraan di era ini.
Berbanggalah pemuda pemudi di era pertiwi ini,
langkah kaki kita sudah sedikit lbh maju dan kita memiliki apa yg disebut sebagai kebebasan berpendapat yang beretika.
Bangunlah putar putri pertiwi,
mari mandi dan gosok gigi,
tadi pagi, esok hari atau lusa nanti.
Garuda bukan burung perkutut,
sang saka bukan sandang pembalut,
dan coba kau dengarkan pancasila itu bukanlah rumus kode buntut,
yang hanya berisi harapan, yg hanya berisi hayalan.
- iwan fals, bangunlah putra putri pertiwi-
Oktober 24, 2010
Memperingati Sumpah Pemuda
SOEMPAH PEMOEDA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
- Abdul Muthalib Sangadji
- Purnama Wulan
- Abdul Rachman
- Raden Soeharto
- Abu Hanifah
- Raden Soekamso
- Adnan Kapau Gani
- Ramelan
- Amir (Dienaren van Indie)
- Saerun (Keng Po)
- Anta Permana
- Sahardjo
- Anwari
- Sarbini
- Arnold Manonutu
- Sarmidi Mangunsarkoro
- Assaat
- Sartono
- Bahder Djohan
- S.M. Kartosoewirjo
- Dali
- Setiawan
- Darsa
- Sigit (Indonesische Studieclub)
- Dien Pantouw
- Siti Sundari
- Djuanda
- Sjahpuddin Latif
- Dr.Pijper
- Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
- Emma Puradiredja
- Soejono Djoenoed Poeponegoro
- Halim
- R.M. Djoko Marsaid
- Hamami
- Soekamto
- Jo Tumbuhan
- Soekmono
- Joesoepadi
- Soekowati (Volksraad)
- Jos Masdani
- Soemanang
- Kadir
- Soemarto
- Karto Menggolo
- Soenario (PAPI & INPO)
- Kasman Singodimedjo
- Soerjadi
- Koentjoro Poerbopranoto
- Soewadji Prawirohardjo
- Martakusuma
- Soewirjo
- Masmoen Rasid
- Soeworo
- Mohammad Ali Hanafiah
- Suhara
- Mohammad Nazif
- Sujono (Volksraad)
- Mohammad Roem
- Sulaeman
- Mohammad Tabrani
- Suwarni
- Mohammad Tamzil
- Tjahija
- Muhidin (Pasundan)
- Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
- Mukarno
- Wilopo
- Muwardi
- Wage Rudolf Soepratman
- Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
- Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong. - 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
yaitu :
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien kwie
apa sih arti sumpah pemuda bagi kita semua generasi penerus bangsa, yah paling kalau ditanya hanya jawab tau tanggal nya aja, tanpa tau makna yg terkandung di dalamnya. Jangankan suruh memaknai, hapal sama teks ny aja juga kemungkinannya tipis *ups soryy bukan maksud menyindir sebagian orang, ini pengalaman yg saya dapat dr berbincang dgn teman2 saya saja :)
saya akan mencoba menelaah isinya dengan perkembangan yang ada di zaman sekarang.
Mengingat sekarang beberapa orang-orang lebih suka mengikuti budaya barat, apa itu istilahnya westernisasi haha :D jadi ke Indonesiaan Pun sedikit dikesampingkan.
Apa yang dapat dimaknai dari kata-kata ini "KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA"
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Jadi kita lihat bagaimanakah pemuda pemudi paham betul akan butir satu sampai tiga mengenai isi yang terkandung di dalam sumpah pemuda.
Setiap pemuda pemudi tentunya menginginkan kehidupan yang layak, tetapi tidakkah sadar bahwa peran kita sebagai generasi penerus bangsa begitu besar, bukan hanya sekedar menjalani cita-cita pribadi tetapi juga dituntut memberikan kontribusi kepada Indonesia, tentunya yang positif.
Kadang miris juga sih melihat bagaimana pemuda-pemudi Indonesia lebih fasih dalam berbahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia, contohnya saja ketika teman saya sewaktu SMA mendapatkan nilai 90 untuk bahasa Inggris dan nila 80 untuk Bahasa Indonesia. Sebenernya untuk ukran nilai yg standar tertinggi ny 100, nilai 80 tidak jelek juga.
Setiap orang bahkan perusahaan lebih menuntut untuk setiap orang mampu berbahasa Inggris secara fasih, karena bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional. Tetapi kalau sudah begini, apakah bahasa Indonesia akan kehilangan eksistensinya? sebagai bahasa pemersatu bangsa? semoga saja tidak, supaya tidak kehilangan eksistensinya, setiap pemuda-pemudi bahkan seluruh lapisan masyarakat harus mempertahankannya dengan cara paling tidak dalam bahasa sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia, selanjutnya disusul dengan bahasa Ibu setiap daerah. Jadi biarpun bahasa Indonesia sangat penting untuk dijunjung, bahasa daerah pun jangan lupa untuk di lestarikan agar tidak punah :)
Apa yang menyebabkan integritas bangsa sedikit memudar? mengingat kondisi sosial di masyarakat yang semakin bergejolak, tentu masih hangat di dalam otak kita akan peristiwa tawuran antar etnis, antar genk, bahkan antar agama.
hal tersebut tidak lain dan tidak bukan karena kesadaran akan keinginan untuk bersatu, bersatu dalam arti kata menjunjung kesatuan Indonesia dengan simbol bhineka tunggal Ika.
Melulu dan lagi, sepertinya orang lebih suka untuk mendahulukan kepentingan pribadi dan golongan daripada mementingkan tujuan akan perdamaian, dan integritas sosial yang tinggi.
Bagaimana Indonesia bisa maju bersama, jika saja para penerus nya tidak dapat mengendalikan emosi, ego dan sikap kompetitif mereka?
Hey Pemuda Pemudi
Kita berdiri menginjak satu tanah
Tanah air kita satu yaitu Indonesia
Yang katanya kita mencintai
Tetapi kenyataannya kita lebih menyukai budaya orang lain
Lebih berharap pergi ke negara lain Daripada berjelajah negeri sendiri.
Hey Pemuda Pemudi
Atas nama bhineka Tunggal Ika
Atas nama Kesatuan Indonesia
Turunkanlah sedikit ego, dan emosi kita
Mari duduk bersama untuk merencanakan dan melaksanakan apa yang kita bisa
dan Membangun negeri ini melalui tangan kita.
Hey Pemuda Pemudi
Sadarkah betapa banyak waktu yang kau buang selama ini untuk bergunjing sesama
daripada memikirkan Indonesia yang bisa unggul dimata negara lain
Rasa rindu tentu menerkam bagi kita yang menyadari jaman keemasan Indonesia dulu
Dan kita akan mengulangi itu kembali
Dimana kita tak harus menjadikan suatu negara sebagi kiblat
Dimana kita mampu disegani oleh orang lain
dan yang terpenting dimana kita mampu berdiri sendiri
di kaki kita sendiri, menjadi bangsa yang mandiri.
Resapi lah bahwa kita mengemban cita-cita dari para pendahulu kita sebelumnya
untuk melanjutkan Indonesia menjadi negara yang tetap merdeka dan merdesa :)

www.soempahpemoeda.org
Oktober 09, 2010
turn into a geek
semenjak gw terpaku selama kurang lebih 5-10 jam berada di depan layar membuat gw menjadi sedikit berfikir, apakah gw termasuk golongan geeek ?
A person who is interested in technology, especially computing and new media. Geeks are adept with computers, and use the term hacker in a positive way, though not all are hackers themselves.
sedangkan menurut blog sebelah geek atau yang tidak biasa (bisa dibilang aneh) dalam artian pencarian ilmu pengetahuan atau aplikasinya” atau bisa juga bisa dibilang maniak dalam hal tertentu. Istilah geek masa kini lebih mendekati pengertian sebagai berikut:
- Seseorang yang sangat tertarik terhadap teknologi dan media baru. Biasanya mahir dalam penggunaan komputer dan gadget elektronik lainnya. contoh2 orang yang seperti ini adalah hacker.
- Seseorang yang menghubungkan terapan ilmu pengetahuan dengan bidang lain di luar ilmu pengetahuan tersebut, contoh orang2 ini adalah orang yang menerapkan multivariasi kalkulus dalam menentukan bagaimana seharusnya dimensi panci diubah agar dapat mendapatkan hasil terbaik dalam memasak.
- Seseorang yang memilih untuk konsentrasi pada suatu bidang ilmu pengetahuan maupun teknik pada sesuatu yang membuatnya tidak sama dengan kebanyakan orang dalam mempelajari hal tersebut, contohnya comic geeks, history geeks, dll
Yg ketiga, gw tertarik dengan segala informasi yg ada, baik itu sejarah, politik, spiritual, sosial, dll. Yg ga jarang ga bisa gw temuin di luar sana.
Sekalipun kadang ngerasa bosen karena harus bercengkrama dengan tuts keyboard dan sampai hapal tata letaknya, tetapi beginilah. Ditambah kesibukan sebagai mahasiswa tingkat atas yg harus menyelesaikan studi dengan suatu standar (skripsi) jadi gw harus lebih sering memegang "ini" dan buku panduan lainnya.
Aapapun itu, orang pasti mikir "How pathetic u are" kerjaan gw cuma di depan layar monitor 14inci. Tapi inilah gw, dengan segala kesibukan yg gw buat sendiri, menulis novel, menulis skripsi dan artikel, membuat kajian dadakan akan suatu hal, mencari sesuatu yg baru.
Lantas apakah ilmu yg udh di dapet dr media yang bernama internet udah gw terapin dalam kehidupan sehari-hari ?
Jawabannya iya. Apapun yg gw anggap penting, akan gw tulis ke dalam suatu catatan, dan gw akan mengembangkannya, menyebarkan kepada siapa pun yg mau mendengarkan dan bersedia ingin bertukar pikiran atau bertukar ilmu :)
Oktober 03, 2010
Ideologi Negara Indonesia
Tentu kita tau, 2 hari berturut2 pada awal bulan adalah hari yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia, pada tanggal 1 Oktober ada hari Kesaktian Pancasila, kemudian tanggal 2 Oktober ada hari Batik Nasional. Semua bangsa Indonesia seharusnya bangga terhadap hal ini, tapi siapa sangka jika salah satu dari kita melupakan hari penting. Mungkin solusinya para pencetak kalender harus mencantumkan hari-hari penting untuk bangsa Indonesia d:
Siapa yang tidak kenal burung garuda, dan siapa pula yang tidak mengetahu pancasila?
ketika menyebutnya saja sudah cukup bergetar untuk dirasakan tetapi ketika pancasila dipertanyakan eksistensinya saat hari dimana kelahirannya diperingati, tapi yang didapat hanyalah burung garuda tersebut cuma menjadi simbol semata.
Pikir garuda : masih beruntunglah saya masih dapat menjadi simbol negara kalian, setidaknya masih mendapatkan tempat di dinding yang paling tinggi, jika kalian melihat aku paling tidak sekilas atau berapa kali kilas, kalian hanya bergumam "oh burung garuda" tanpa tau makna yg terkandung di dalam isi sila nya, berapa jumlah sayap ku, kemana kepala ku menoleh dan apa makna nya serta makna yang aku bawa selalu di kaki ku.
Tak apalah, toh para pejuang terdahulu dan nasionalis lainnya masih menyisakan waktunya untuk mengingat ku dan memaknai apa arti sebenarnya pancasila (:
Andai burung garuda bisa nangis mungkin kita sudah terjebak banjir akibat luapan air matanya.
Kasian ya, kalau melihat pancasila cuma dibacakan di dalam upacara hari senin tanpa diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Ya setidaknya beruntunglah mereka yg masih menjalankan dan mengikuti upacara pada hari senin, jadi hapal isinya, sekalipun tidak tau makna yg terkandung di dalamnya. Lebih elit sedikit lah, daripada ada anggota Dewan yang tidak hapal sila pancasila d:
Mari kita lirik lebih jauh lagi mengenai Garuda dan Pancasila ini
Garuda Pancasila (source : Wikipedia)
Merupakan lambang negara Indonesia dan nama sebuah Lagu Nasioanl Indonesia. Dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno. Garuda seniri merupakan burung dalam mitologi Hindu.

Makna dan Lambang Garuda Pancasila. Burung Garuda melambangkan kekuatan. Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan. Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
1. Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa (sila ke-1)
2. Rantai melambangkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (sila ke-2)
3. Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia (sila ke-3)
4. Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan (sila ke-4)
5. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (sila ke-5)
Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci. Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa. Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
- Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
- Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
- Jumlah bulu di leher berjumlah 45
- Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti "walaupun berbeda beda, tetapi tetap satu".
Pancasila (source by wikipedia)
Kata Pancasila teridiri dari dua bahasa sanskerta pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi lima butir sebagai berikut.
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
- Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :
- Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.
- Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
-
- Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
- Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
- Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
- Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
- Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
- Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk dekrit Presiden 5 Juli 1959)
Kesaktian Pancasila
Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.
Jadi sekarang pengetahuan dan wawasan mengenai dasar negara sudah didapat, lantas pertanyaan selanjutnya bagaimana menerepkan konsep pancasila ini kedalam kehidupan bangsa dan negara. Atau istilah bekennya the way of life nya Bangsa Indonesia (:
Padahal isi sila juga ga terlalu banyak tetapi kenapa sulit ya untuk diterapkan, mungkinkah karena kata2 nya yang terlalu sulit dicerna sehingga sulit juga untuk dimaknai ? Tentulah tidak jika masih ada kata belajar di dalam hidup ini.
Dalam sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Tentulah semua orang diberikan kebebasan dalam beragama, tapi bukan berarti menodai ajaran agama yang sudah ada.
Ketika marak konflik SARA di sejumlah daerah, serta fanatisme yg mewarnai sejumlah aksi. Membuat sila ini jadi dipertanyakan. Apakah benar manusia sudah memiliki Tuhan di dalam dirinya masing-masing ? Jika masih ada sejumlah pertikaian yang mengatasnamakan SARA.
Lagipula bukan karena mayoritas beragama tidak seharusnya kita merendahkan umat yang berbeda agama ataupun membuat aturan yang secara langsung dan tidak langsung memaksakan standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas.
Kenapa tidak bergandengan tangan, saling menhargai, dan mengindahkan toleransi beragama dalam hal ini.
Sila Kedua : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Mengandung pengertian adanya kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungannya dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya.
Bagaimana manusia bisa adil dan beradab jika dalam pelaksanannya saja banyak melakukan penyimpangan perilaku, apa yang dianggap buruk sudah menjadi baik dan umum, contoh kasus : KORPUSI laten !!
Akankah sila kedua ini menjadi pudar karena masyarakat sudah tidak mengindahkan lagi rasa kemanusiaan ?
Sila ketiga : Persatuan Indonesia
Konflik yang terjadi di sejumlah daerah karena chauvinisme yang terlalu meninggikan rasa kejawaan, keambonan, kejakartaan, kepadangan dan kekean lainnya menimbulkan konflik disintegrasi. Bagaimana jika seluruh masyarakat di seantro Indonesia bergabung dan membanggakan sifat "Ke Indonesia an" :D Upaya ini bisa ditempuh jika masing-masing dari kita menurunkan ego sedikit, dan melebur menjadi satu di dalam apa yang disebut sebagai Bhineka Tunggal Ika. Dengan begini Integrasi bangsa pun dapat tercipta.
Sila Keempat : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Konsep perwakilan masih kita rasakan dalam konteks memilih anggota DPR/DPRD maupun memilih DPD. Tetapi yang menjadi persoalan adalahapakah yang dipilih tersebut merupakan orang-orang yang capable dalam menjalankan tugasnya, bukan hanya sekedar menjalankan apa yang sudah menjadi kepentingan partai yang ditumpangi atau segelintir golongan tertentu.
Kemudian, bagaimana dengan konsep musyawarah? Kita mengetahui bahwa konsep musyawarah ini lahir atas jawaban dari perbedaan yang ada tanpa harus membawa kekerasan di dalamnya. Memang selama ini kita mengetahui bahwa tidak jarang muswarah ini dimanipulasi untuk kepentingan bersama, kepentingan bangsa dan bernegara (ini mungkin kelewat musywarah jadi tindakan musyawarh dalam bentuk negatif pun dihalalkan). Lantas musyawarah (fleksibel) yang bagaimana lagi yang harus dianut oleh bangsa ini ?
Jadi konsep ini memaknai bahwa rakyat mendapatkan seorang pemimpin (perwakilan yg dipilih melalui musyawarah) yang menjadikan hikmah kebijaksanaan sebagai pedoman dalam mengelola negara. Tetapi apakah seorang pemimpin tersebut dapat benar2 adil dan merkyat ? jika dalam prosesnya kepentingan politik dan lagi2 partai menjadi dominan ????
sila kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
pertanyaannya adalah ? apakah kita sebagai rakyat sudah mendapatkan hal ini ? contoh saat seorang kakek tua di Rumah Sakit harus rela mengantri untuk mendapatkan pelayanan nomor 3, sedangkan seorang gadis cilik bisa dengan mudah mendapatkan pelayanan kelas wahid hanya karena dia seorang anak pejabat ?
Mungkin yang paling rentan dirasakan adalah hukum; karena hukum di Indonesia sudah carut marut, hampir semua serba dimanipulasi. Toh kenyataannya hukum dapat di beli di Indonesia, lo punya duit, lo mau ngapain aja bebas, masuk penjara tinggal bayar sipir, sewa pengacar, bayar jaksa, bayar hakim, sidang pun ditutup, kasus selesai. Beda sama mereka yang kurang dalam hal materi, apapun serba susah; ngambil kakao aja dilaporin sama yang punya kebon, terus kasus dibawa ke pengadilan, sidang udah berjalan, si nenek pasrah aja, mau ngomong apa, duit juga ga punya, air mata juga udah bosen nemenin si nenek, alhasil pasrah dan pasrah. Akhirnya si hakim pun iba, dibebaskan lah si nenek. Begitulah keadilan yang terjadi di Indonesia. Keadilan pun hanya menjadi sebuah kalimat tanpa makna.
Apakah adil begitu sukit untuk dimaknai, sehingga definisnya cenderung membuyarkan makna nya. Adil menurut saya, belum tentu adil menurut anda dan mereka.
--
Akhir kata semoga pancasila menjadi pembelajaran buat kita semua, bahwa kita ini hidup di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apapun yang dijalankan, hendaklah menengok kemabli dasar negara yang ada untuk menjadi acuan, karena dengan begitu konflik dan hal-hal negatif lainnya pun dapat diminimalisir. Khusunya bagi mereka para pejabat, pemerintah, dan melulu Anggota Dewan, diharapkan pancasila menjadi dasar acuan kebijakan yang dibuat. Bukan hanya sekedar teks yang harus dihapal saat upacara pengibaran bendera setiap hari senin.
Apakah seneng diri kita ketika mendengar anak-anak pemuda penerus bangsa lebih hapal lagu justin bibir ketimbang hapal sama pancasila yang notabennya falsafah Indonesia. Lantas ketika hapal, pertanyaan selanjutnya bukan hanya saja terekam di otak lantas dapat dengan mudah membiarkannya berjaring di situ aja. Tetapi taraf selanjutnya, memaknai apa yang terkandung di setiap butir pancasila, hal ini tidaklah lepas dari peran setiap masyarakat mengamalkan nilai ini, dan memberikan contoh kepada Anak-anak (hal yg sama berlaku untuk pemimpin)
salam zup zup zupper Indonesia
:iloveIndonesia
