Tampilkan postingan dengan label Dariku Untukmu Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dariku Untukmu Indonesia. Tampilkan semua postingan

Januari 11, 2011

Godokan

Selamat pagi sang fajar, hari ini tentunya haruslah lebih baik.
Tetap menanamkan energi positif ke diri sendiri,
Yang dampaknya sudah pasti ke diri qta dan orang lain.

Terlalu banyak kasus yang harus diamati,
hingga sibuk berkutat atau menemukan topik mana dlu yang harus diikuti di negeri ini.
Bukan karena ketidakmampuan masyarakat dalam menjangkau pikiran org2 yg katanya hebat ini, tetapi karena sudah terlalu bosan dan menunggu kapan datangnya masa kejayaan yang selalu dinantikan, seperti yg sering diramalkan, bahkan ramalan terkenal jayabaya ikut berperan andil dalam mempengaruhi sugesti masyarakat awam.

Setelah beranjak dari kasus century yang terjadi tahun 2009, yang tidak ada kabarnya, bahkan kasus lumpur lapindo yang juga menguap bahkan bekas tak tersisa, hanya lolongan masyarakat kecil saja yang selalu minta keadilan yg teramat langka di negeri ini, kecuali jika duitnya kencang mengalir, mungkin masih bsa dipikirkan :P

Tahun 2010 merupakan tahun yang cukup berat, karena begitu banyaknya bencana; mulai dari bencana alam, pangan, kemanusiaan, hingga moral.

Dimulai dari bencana alam; kita tau bahwa gempa bumi, banjir, kebakaran hutan, angin puting beliung, itu sudah menjadi makanan di Indonesia. Bahkan yang lebih dahsyat ketika merapi menunjukan kekuatannya, bahwa seharusnya manusia itu sadar tdk lbh kuat drpd alam, jd merunduklah kita smua dan berlaku adil lah kepada alam yang telah mengasihi kita.
Begitu banyak korban, ketika air mata sudah tidak cukup mampu lagi untuk mengeluarkan tangisan. Berharap keadaan yang lebih baik untuk para korban saat tanggap bencana terjadi, pengharapan pasca bencana tidak bertambah buruk, tp keadaan berkata lain, Banjir lahar dingin menerjam :'(

Apa kabarnya nias yang diluluhlantahkan oleh serangan tsunami?
Apa kabarnya wasior yg terkena banjir bandang?
Apa kabarnya bencana2 lain yg ada di Indonesia?
yang tidak di blow up ke media.
Ketika kita sedang asik mungkin menonton bola, hingar bingar kehidupan malam, menghabiskan sisa malam dgn sampagne, atau rokok, ketika asik bercinta sana sini.
Ketika itulah saudara kita terkena musibah, yang kita sendiri belum tentu sensitif akan itu.
Semoga kita masih bisa mau mengetuk pintu nurani kita, tanpa org lain mengetahui akan hal itu.

Kemiskinan

Seperti layaknya lingkaran setan yg tidak akan pernah terputus, karena harus mengcut sana sini, ditambah jika keadilan belum sepenuhnya ditegakkan, kemiskinan masih akan terus melanda. Miskin harta yang selalu menjadi perkara, bagi kita manusia yang hidup di dunia.
ketika kemiskinan menjadi momok menakutkan, apapun itu smua serba uang, mau masuk sana sini uang, mau beli ini itu uang, mau makan ini itu uang, mau ngurus keadilan hukum aja kalau ga ada uang, ga akan bsa selancar bahkan terhitung stuck di tempat.
Orang2 miskin seperti kita ini, apalagi yang tidak punya kuasa, tidak akan mampu melawan merke yang punya uang dan kekuasaan, karena smua org tau bahwa kedua hal itu yg mengatur berjalannya roda pemerintahan di negeri dongeng ini :P
Upaya dalam Memberantas kemiskinan sama aja kaya mau menghapus noda tinta di kaos, karena kemiskinan di Indonesia itu sifatnya bukan diberantas, tapi harusnya di tanggulangi.
Masyarakat miskin itu diberdayakan, dengan kemampuan minim dan menggali potensi yang mereka miliki.

Moral, Agama, Etika, dn bobroknya manusia.

Ketika kembali moral orang2 Indonesia dipertanyakan? sejauh mana org2 yang berpendidikan dengan moral yg dijunjung tinggi, mampu beretika dan berlaku layaknya "pendidikan" bukan hanya sekedar menjadi civitas akademi tetapi ketika disodorkan uang "licin" langsung menerkam layaknya kucing yang mendpatkan umpan.
Ketika uang bahkan mampu membeli moral dan harga diri orang2.
Bahkan satu2nya yang selalu dibawa manusia kemanapun melangkah, adalah harga diri dan keyakinannya. Poor them.

Pernah saya menemukan suatu ketika sedang terduduk di teras kos teman, saat itu adzan maghrib menyambangi. Isi satu kos penuh dengan lagu metal, dgn sound yg saling adu satu sama lain, bukannya dikecilkan volume nya, mereka trs melantunkan lagu2 itu. Jika mereka bukan pemeluk agama islam, kenapa tdk dikecilkan. Apa salahnya menghargai, tdk lama koq cuma 5menit, adzan itu akan selesai. Padahal mereka smua berpendidikan, yah menggunakan almamater negeri, tetapi tidak bermoral. Bahkan tukang pemungut sampah keliling saja yg notabennya tidak berpendidikan, ketika adzan berlantun, dia masih sempat diam untuk mendengarkan dengan seksama "subhanallah" seraya nya.

Miris ketika mengetahui banyak dari pemuda pemudi yang sedang mabuk cinta melakukan hubungan seks diluar nikah, apalagi dilakukan nya di tempat2 yang menjadi red area (_ _")
Jadi buat apa pelajaran agama yg selalu didapat ketika mereka masih duduk dari sekolah dasar hingga bahkan di jenjang perkuliahan masih mendaptkan, ketika smua berpegang teguh terhadap agamanya masing2, melantunkan puja pujian tetapi mata tetap bergairah menonton film biru, lalu menerapkan nya dengan mencolokan terhadap siapapun yang mungkin mengatasnamakan cinta, yah pemerkosaan atas nama cinta, atau uang.

Pencitraan selalu menjadi simbol di negeri dongeng ini kawan,
apapun yang kamu punya, orang pasti akan menganggap mu apa yg kau bawa dan pakai.
orang selalu berbangga terhadap yg mereka miliki, yang mereka gunakan, padahal smua ujung kehidupan ini adalah fana. Selalu orang mengingat dan mengetahui ini, tetapi yg membedakan adalah komitmen dan tetap konsisten terhadapa apa sebenarnya diri kita.
Pejabat terus berbangga hati memamerkan dan berjalan angkuh ketika turun dari mobil mewah yang kita org miskin hanya mampu berdecak kagum, bukan pada orangnya, tetapi mobilnya :D
Ketika banya org yg selalu merunduk ketika mereka smua para bedebah lewat dihadapan kita, harus menurunkan kepala dan sedikit membungkukan dada "wth, siapa mereka? mereka itu org2 yang kalian pilih. Seharusnya mereka yang memuja si pemilih, bukan kita yg memuja mereka apalagi berharap mereka menaruh setitik perhatian kepada kita"
Rindu rasanya melihat alm. Gusdur yg selalu tampil biasa, hanya berpakaian sarung, atau kemeja ala kadarnya, pemimpin yg tak terlalu sibuk merapihkan citra nya, tidak seperti pemimpin yang lain, menghabiskan berjuta2 anggaran untuk membiayai mereka.

Ahhh indahnya pencitraaan :)

Terlalu indah ketika borok manusia harus dibuka, terlalu indah rasanya ketika harus menjatuhkan orang lain saat diri sendiri masih diselimuti bau bangkai, saya suka untuk meletakkan filosofi kaca untuk intropeksi diri. Dimana setiap orang punya kaca yg cukup besar untuk memandang seberapa jauh diri mereka terlatih dlm menghadapi kehidupan, ketika sudah dirasa cukup, baru berbagi dgn yg lain. Ada pula yg punya kaca tetapi selalu sibuk memberi kaca kepada yg lain, hingga kaca yg ia gunakan berdebu (:

Apa yg ditulis semoga menjadi pembelajaran bagi kita bahwa godokan tentunya sesekali berguna, ketika org lain sibuk mengurusi apa yg menimpa mereka trutama bencana, kemiskinan, msh banyak diluar sana yg sibuk berkutat dengan belajar etika hingga jauh2 ke yunani, dan tentunya sibuk pencitraan di era ini.

Berbanggalah pemuda pemudi di era pertiwi ini,
langkah kaki kita sudah sedikit lbh maju dan kita memiliki apa yg disebut sebagai kebebasan berpendapat yang beretika.


Bangunlah putar putri pertiwi,
mari mandi dan gosok gigi,
tadi pagi, esok hari atau lusa nanti.

Garuda bukan burung perkutut,
sang saka bukan sandang pembalut,
dan coba kau dengarkan pancasila itu bukanlah rumus kode buntut,
yang hanya berisi harapan, yg hanya berisi hayalan.

- iwan fals, bangunlah putra putri pertiwi-

Oktober 03, 2010

Ideologi Negara Indonesia

Selamat pagi menjelang siang

Tentu kita tau, 2 hari berturut2 pada awal bulan adalah hari yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia, pada tanggal 1 Oktober ada hari Kesaktian Pancasila, kemudian tanggal 2 Oktober ada hari Batik Nasional. Semua bangsa Indonesia seharusnya bangga terhadap hal ini, tapi siapa sangka jika salah satu dari kita melupakan hari penting. Mungkin solusinya para pencetak kalender harus mencantumkan hari-hari penting untuk bangsa Indonesia d:

Siapa yang tidak kenal burung garuda, dan siapa pula yang tidak mengetahu pancasila?
ketika menyebutnya saja sudah cukup bergetar untuk dirasakan tetapi ketika pancasila dipertanyakan eksistensinya saat hari dimana kelahirannya diperingati, tapi yang didapat hanyalah burung garuda tersebut cuma menjadi simbol semata.
Pikir garuda : masih beruntunglah saya masih dapat menjadi simbol negara kalian, setidaknya masih mendapatkan tempat di dinding yang paling tinggi, jika kalian melihat aku paling tidak sekilas atau berapa kali kilas, kalian hanya bergumam "oh burung garuda" tanpa tau makna yg terkandung di dalam isi sila nya, berapa jumlah sayap ku, kemana kepala ku menoleh dan apa makna nya serta makna yang aku bawa selalu di kaki ku.
Tak apalah, toh para pejuang terdahulu dan nasionalis lainnya masih menyisakan waktunya untuk mengingat ku dan memaknai apa arti sebenarnya pancasila (:

Andai burung garuda bisa nangis mungkin kita sudah terjebak banjir akibat luapan air matanya.

Kasian ya, kalau melihat pancasila cuma dibacakan di dalam upacara hari senin tanpa diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Ya setidaknya beruntunglah mereka yg masih menjalankan dan mengikuti upacara pada hari senin, jadi hapal isinya, sekalipun tidak tau makna yg terkandung di dalamnya. Lebih elit sedikit lah, daripada ada anggota Dewan yang tidak hapal sila pancasila d:

Mari kita lirik lebih jauh lagi mengenai Garuda dan Pancasila ini

Garuda Pancasila (source : Wikipedia)

Merupakan lambang negara Indonesia dan nama sebuah Lagu Nasioanl Indonesia. Dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno. Garuda seniri merupakan burung dalam mitologi Hindu.

Makna dan Lambang Garuda Pancasila. Burung Garuda melambangkan kekuatan. Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan. Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia. Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:

1. Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa (sila ke-1)
2. Rantai melambangkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (sila ke-2)
3. Pohon Beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia (sila ke-3)
4. Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan (sila ke-4)
5. Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (sila ke-5)

Warna merah-putih
melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci. Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa. Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:

Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
- Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
- Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
- Jumlah bulu di leher berjumlah 45
- Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti "walaupun berbeda beda, tetapi tetap satu".


Pancasila (source by wikipedia)

Kata Pancasila teridiri dari dua bahasa sanskerta pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi lima butir sebagai berikut.
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :

  • Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.
  • Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :

  • Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
  • Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
  • Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
  • Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
  • Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk dekrit Presiden 5 Juli 1959)


Kesaktian Pancasila



Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.

Jadi sekarang pengetahuan dan wawasan mengenai dasar negara sudah didapat, lantas pertanyaan selanjutnya bagaimana menerepkan konsep pancasila ini kedalam kehidupan bangsa dan negara. Atau istilah bekennya the way of life nya Bangsa Indonesia (:

Padahal isi sila juga ga terlalu banyak tetapi kenapa sulit ya untuk diterapkan, mungkinkah karena kata2 nya yang terlalu sulit dicerna sehingga sulit juga untuk dimaknai ? Tentulah tidak jika masih ada kata belajar di dalam hidup ini.

Dalam sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Tentulah semua orang diberikan kebebasan dalam beragama, tapi bukan berarti menodai ajaran agama yang sudah ada.
Ketika marak konflik SARA di sejumlah daerah, serta fanatisme yg mewarnai sejumlah aksi. Membuat sila ini jadi dipertanyakan. Apakah benar manusia sudah memiliki Tuhan di dalam dirinya masing-masing ? Jika masih ada sejumlah pertikaian yang mengatasnamakan SARA.
Lagipula bukan karena mayoritas beragama tidak seharusnya kita merendahkan umat yang berbeda agama ataupun membuat aturan yang secara langsung dan tidak langsung memaksakan standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas.
Kenapa tidak bergandengan tangan, saling menhargai, dan mengindahkan toleransi beragama dalam hal ini.

Sila Kedua : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Mengandung pengertian adanya kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungannya dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya.
Bagaimana manusia bisa adil dan beradab jika dalam pelaksanannya saja banyak melakukan penyimpangan perilaku, apa yang dianggap buruk sudah menjadi baik dan umum, contoh kasus : KORPUSI laten !!
Akankah sila kedua ini menjadi pudar karena masyarakat sudah tidak mengindahkan lagi rasa kemanusiaan ?

Sila ketiga : Persatuan Indonesia
Konflik yang terjadi di sejumlah daerah karena chauvinisme yang terlalu meninggikan rasa kejawaan, keambonan, kejakartaan, kepadangan dan kekean lainnya menimbulkan konflik disintegrasi. Bagaimana jika seluruh masyarakat di seantro Indonesia bergabung dan membanggakan sifat "Ke Indonesia an" :D Upaya ini bisa ditempuh jika masing-masing dari kita menurunkan ego sedikit, dan melebur menjadi satu di dalam apa yang disebut sebagai Bhineka Tunggal Ika. Dengan begini Integrasi bangsa pun dapat tercipta.

Sila Keempat : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Konsep perwakilan masih kita rasakan dalam konteks memilih anggota DPR/DPRD maupun memilih DPD. Tetapi yang menjadi persoalan adalahapakah yang dipilih tersebut merupakan orang-orang yang capable dalam menjalankan tugasnya, bukan hanya sekedar menjalankan apa yang sudah menjadi kepentingan partai yang ditumpangi atau segelintir golongan tertentu.

Kemudian, bagaimana dengan konsep musyawarah? Kita mengetahui bahwa konsep musyawarah ini lahir atas jawaban dari perbedaan yang ada tanpa harus membawa kekerasan di dalamnya. Memang selama ini kita mengetahui bahwa tidak jarang muswarah ini dimanipulasi untuk kepentingan bersama, kepentingan bangsa dan bernegara (ini mungkin kelewat musywarah jadi tindakan musyawarh dalam bentuk negatif pun dihalalkan). Lantas musyawarah (fleksibel) yang bagaimana lagi yang harus dianut oleh bangsa ini ?

Jadi konsep ini memaknai bahwa rakyat mendapatkan seorang pemimpin (perwakilan yg dipilih melalui musyawarah) yang menjadikan hikmah kebijaksanaan sebagai pedoman dalam mengelola negara. Tetapi apakah seorang pemimpin tersebut dapat benar2 adil dan merkyat ? jika dalam prosesnya kepentingan politik dan lagi2 partai menjadi dominan ????

sila kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

pertanyaannya adalah ? apakah kita sebagai rakyat sudah mendapatkan hal ini ? contoh saat seorang kakek tua di Rumah Sakit harus rela mengantri untuk mendapatkan pelayanan nomor 3, sedangkan seorang gadis cilik bisa dengan mudah mendapatkan pelayanan kelas wahid hanya karena dia seorang anak pejabat ?

Mungkin yang paling rentan dirasakan adalah hukum; karena hukum di Indonesia sudah carut marut, hampir semua serba dimanipulasi. Toh kenyataannya hukum dapat di beli di Indonesia, lo punya duit, lo mau ngapain aja bebas, masuk penjara tinggal bayar sipir, sewa pengacar, bayar jaksa, bayar hakim, sidang pun ditutup, kasus selesai. Beda sama mereka yang kurang dalam hal materi, apapun serba susah; ngambil kakao aja dilaporin sama yang punya kebon, terus kasus dibawa ke pengadilan, sidang udah berjalan, si nenek pasrah aja, mau ngomong apa, duit juga ga punya, air mata juga udah bosen nemenin si nenek, alhasil pasrah dan pasrah. Akhirnya si hakim pun iba, dibebaskan lah si nenek. Begitulah keadilan yang terjadi di Indonesia. Keadilan pun hanya menjadi sebuah kalimat tanpa makna.

Apakah adil begitu sukit untuk dimaknai, sehingga definisnya cenderung membuyarkan makna nya. Adil menurut saya, belum tentu adil menurut anda dan mereka.

--

Akhir kata semoga pancasila menjadi pembelajaran buat kita semua, bahwa kita ini hidup di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apapun yang dijalankan, hendaklah menengok kemabli dasar negara yang ada untuk menjadi acuan, karena dengan begitu konflik dan hal-hal negatif lainnya pun dapat diminimalisir. Khusunya bagi mereka para pejabat, pemerintah, dan melulu Anggota Dewan, diharapkan pancasila menjadi dasar acuan kebijakan yang dibuat. Bukan hanya sekedar teks yang harus dihapal saat upacara pengibaran bendera setiap hari senin.

Apakah seneng diri kita ketika mendengar anak-anak pemuda penerus bangsa lebih hapal lagu justin bibir ketimbang hapal sama pancasila yang notabennya falsafah Indonesia. Lantas ketika hapal, pertanyaan selanjutnya bukan hanya saja terekam di otak lantas dapat dengan mudah membiarkannya berjaring di situ aja. Tetapi taraf selanjutnya, memaknai apa yang terkandung di setiap butir pancasila, hal ini tidaklah lepas dari peran setiap masyarakat mengamalkan nilai ini, dan memberikan contoh kepada Anak-anak (hal yg sama berlaku untuk pemimpin)



salam zup zup zupper Indonesia



:iloveIndonesia

September 12, 2010

Melulu lagi Anggota DPR

sejenak membuka kembali memoar akan beberapa peristiwa yang sudah terjadi selama beberapa bulan yang menganggu isi otak kepala mengenai para Anggota Dewan yang mengaku terhormat tersebut.

Apa yang membuat beberapa masyarakat menjadi semakin distrust kepada wakil rakyat nya yang mengaku mewakili aspirasi dari setiap masyarakatnya. Namun hanya mewakili partai saja (nyata-nyatanya).

Inilah dia;

----

Pertama, ketika isu mencuat ke masyarakat akan dana aspirasi. Dalam rapat Badan Anggaran DPR RI awal Mei lalu, sejumlah fraksi mengusulkan dana aspirasi yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 sebesar Rp 8,4 trilyun atau tiap anggota DPR (560 orang) mendapat jatah Rp 15 miliar. Fraksi yang paling gigih memperjuangkannya adalah Partai Golkar. Alasannya untuk program percepatan pembangunan di daerah pemilihan.
Isu ini langung menyulut sejumlah protes masyarakat, bahkan kecaman dan demo pun silih berganti. Bagaimana tidak, jika dana aspirasi ini digolkan, maka akan terjadi legal robbery (perampokan legal).
Pengusungan dana aspirasi oleh Partai Golkar untuk pembangunan daerah pemilihan adalah upaya korupsi dengan menggunakan jalan yang legal.

Apakah pantas jika beban konstituen dibebankan kepada negara, sedangkan dalam hal ini DPR sudah keluar dari jalur fungsi sebagaimana mestinya. DPR hanya menjalankan 3 fungsi utama yaitu Fungsi legislasi, pengawasan dan Anggaran. Tetapi dalam kasus ini, DPR mencoba beralih fungsi menjadi "fungsi eksekutif".

Aspirasi yang dibutuhkan rakyat, adalah bentuk kerja dari sisi kewenangan DPR melalui Undang-Undang dan melalui kerja politik, bukannya dengan membagi-bagikan uang untuk rakyat.


-----

Kedua, setelah heboh dana aspirasi, DPR mencoba untuk beralih memikirkan ke rumah aspirasi.
TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah beberapa waktu lalu DPR sempat dihebohkan dengan dana aspirasi, kali ini rumah wakil rakyat sedang memikirkan untuk membangun rumah aspirasi. Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga Pius Lustrilanang menyatakan rumah aspirasi ini untuk meningkatkan keterpaparan masyarakat di daerah bisa menyampaikan langsung aspirasi ke wakil rakyatnya.

Ditemui Tempo di kantornya, akhir pekan lalu, Pius menyatakan rumah aspirasi ini akan menjadi sekretariat anggota dewan saat melaksanakan kunjungan kerja ke daerah pemilihan dan dan menyambung aspirasi secara langsung dari daerah untuk diperjuangkan di pusat. "Dengan begitu rakyat di daerah bisa menyampaikan suaranya tanpa harus ke Jakarta," kata Pius.

Rumah aspirasi akan berbentuk gedung permanen seperti kantor, tetapi bukan membangun rumah baru. Rencananya akan disediakan budget sekitar RP 200 juta per anggota per tahun untuk sewa kantor, menggaji staf dan operasional rumah aspirasi selama setahun.

Artinya, untuk membangun 560 rumah aspirasi butuh anggaran sekitar Rp 112 miliar. "Budget disediakan dari anggaran BURT terkait pembangunan sarana yang jumlahnya sekitar Rp 3,3 triliun itu. Walau pemerintah baru menyetujui sekitar Rp 2,7 triliun," kata Pius.

Jadi timbul pertanyaan di benak saya, jadi selama ini gedung DPR itu bukan merupakan wahana untuk menyampaikan aspirasi kah, atau hanya sekedar sebuah simbol akan perebutan kekuasaan. Jika masyarakat yang tidak berada di pusat, dengan mudah nya menyampaikan aspirasi masyarakat melalui "rumah aspirasi" ini, lalu apakah fungsi reses yang ditujukan untuk para anggota dewan yang notabennya mereka mengunjungi satu persatu daerah pemilihannya.
Jika memang jadi dibangun, tentunya akan memakan biaya yang sangat besar, sewa bangunan, lalu untuk membayar gaji staff, belum lagi ditambah tunjangan ini itu. Cape deh. Duit mana lagi yang mau dipakai selain "nyuwun" sama negara ?

----

Ketiga, Ini yang paling menghebohkan, di saat beberapa lapisan masyrakat mencoba bertahan hidup dengan sisa uang yang ada, justru Anggota Dewan berencana akan melakukan pembangunan Gedung Baru.

Alasan anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang ngotot

membangun gedung mewah baru senilai Rp 1,6 triliun tak dapat dipahami. Alasan membangun gedung baru karena yang lama tak lagi dapat menampung aktivitas anggota Dewan Perwakilan Rakyat juga terkesan terlalu dipaksakan untuk mendasari pembangunan gedung mewah 36 lantai dengan fasilitas kebugaran dan kolam renang. Toh nyatanya pimpinan DPR sudah menurunkan mandat untuk mengkaji ulang rencana pembangunan gedung baru karena dinilai menciderai masyarakat. Berikut wacananya

"Kami meminta agar proyek pembangunan gedung dikaji kembali. Dihitung ulang. Jangan digambarkan menjadi gedung mewah yang menciderai keadilan masyarakat Indonesia," kata Ketua DPR, Marzuki Alie, dalam jumpa pers seusai pertemuan.

Tetapi toh tetap saja pembangunan gedung baru dilaksanakan, tentunya jika gedung baru ini akan tetap dibangun, maka pastilah akan "mengangkat citra Indonesia" :D yah lagi melulu masalah pencitraan, smcm mercusuar. Tampak bagus dari luar, namun di dalam malah tergolek lemah tak berdaya.

Wahh kalau begini, siapa pula yang ga betah berlama2 di kantor. Alih2 sibuk menyusun agenda untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, malah bersantai sejenak untuk memanjakan tubuh atau mungkin sekedar melihat kemolekan tubuh. No offense.

Padahal bagi saya yang pernah merasakan magang di sana, semua ruangan cukup nyaman. Baik itu ruang kerja ketua, sekretariat, rapat, bahkan kamar mandi.
Bagaimana tidak, hampir setiap ruangan menggunakan pendingin ruangan (AC) dan kursi yang nyaman. Belum lagi ditambah dengan akses Internet yang mudah, cepat, (gratis) :D

siapa sih yang mau uang 1triliun dipakai hanya untuk kenyamanan sedangkan notabennya mereka adalah pelayan masyarakat. Masyarakat yang memilih mereka saja masih banyak yang hidupnya tidak nyaman karena ini itu *dibahas kapan2.
Koq bisa2nya pelayan mengharapkan kenyamanan lebih daripada sang majikan. KALAU kinerja sudah bagus bolehlah di apresiasi, tapi the facts is outta there. Masyarakat Indonesia mampu menilai kinerja dewan.

----
Dan tambahan terakhir. Lirik Tikus-Tikus Kantor atas keprihatinan terhadap Anggota Dewan yang Terhormat :((


Kisah usang tikus tikus kantor
Yang suka berenang di sungai yang kotor
Kisah usang tikus tikus berdasi
Yang suka ingkar janji lalu sembunyi

Dibalik meja teman sekerja
Didalam lemari dari baja

Kucing datang cepat ganti muka
Segera menjelma bagai tak tercela
Masa bodoh hilang harga diri
Asal tak terbukti ah tentu sikat lagi

Tikus tikus tak kenal kenyang
Rakus rakus bukan kepalang
Otak tikus memang bukan otak udang
Kucing datang tikus menghilang

Kucing kucing yang kerjanya molor
Tak ingat tikus kantor datang menteror
Cerdik licik tikus bertingkah tengik
Mungkin karena sang kucing pura pura mendelik

Tikus tau sang kucing lapar
Kasih roti jalanpun lancar
Memang sial sang tikus teramat pintar
Atau mungkin si kucing yang kurang ditatar

Juli 23, 2010

Selamat Hari Anak Nasional


yaiyyy !!!

Selamat hari anak nasional untuk seluruh anak di Indonesia

Berharap bahwa setiap anak dapat terpenuhi segala hak nya sebelum mereka memulai melaksanakan kewajibannya. Setiap orang mempunyai peran penting dalam tumbuh kembang seorang anak, dan smua dimulai dari keluarga. Jadi untuk para orngtua, kalian akan melihat bagaimana suatu hari mereka berkembang sesuai dengan apa yg telah kalian ajarkan, tanam dan tuai (: itu adalah suatu sistem yg tidak dipisahkan.

Tentu kontras ketika kita masih melihat banyak hal menyimpang yg terjadi pada anak indonesia di saat smua serba menuju modern, yah sepertinya ada bbrp isu utama yg menjadi agenda penting bagi kita semua untuk mengatasi ini

a. Kasus perdagangan anak
dimana yg paling besar berasal dari daerah2 kering di Indonesia, seperti cilacap, sulawesi utara, kemudian karawang, lampung, dll, dalam kasus ini miris sekali anak-anak yg notabennya berada di dalam rumah, mendapatkan perlakuan yg hangat dari keluarga, kemudian bercengkrama dn bermain bersama teman-teman, tapi harus berjuang untuk rela di jual oleh org2 yg hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri, di eksploitasi oleh orang2 terdekat seperti orangtuanya karena melulu lagi soal ekonomi.

b. Kasus kedua yg tidak kalah menghebohkan ketika kasus pornografi yg merebak di masyarakat, video porno mirip artis beredar bebas dan lagi-lagi korbannya anak-anak, ketika mereka hanya "iseng" mencoba. Saat 2orang anak lelaki tidak tahan ingin mencoba, mereka mulai melaksanakan ke"iseng"an nya kpd balita, lalu siapa yg harus di salahkan dlm hal ini?

c. Pendidikan.
BOS, pendidikan gratis yg berkualitas. Kausu Intimidasi dari sejumlah sekolah (dampak dari pelaksanaan BOS), yang pastinya semua anak2 tidak harus merasakan rasanya sakit hati karena tidak mampu bersekolah hanya karena biaya, dan tak ada lagi kasus bunuh diri yg menimpa anak2 karena ingn bersekolah.
Lebih jauh lagi, ada baiknya jika program PAUD (Pendidikan Anaka Usia Dini) sepertinya perlu dilaksanakan ketika smua anak bsa bersekolah. Hal ini dianggap penting karena, usia dini merupakan usia emas dalam proses pembentukan otak manusia.

d. Kesehatan dan Gizi
as we know, anak-anak rentan sekali terkena penyakit. Jd tindakan preventif dalam hal ini sangat didomain dari peran keluarga, dan tentunya dengan penyediaan pelayanan publik yg mengutamakan kualitas dlm hal ini sarana posyandu, puskesmas, dan sarana kesehatan lainnya tentunya dengan biaya yg terjangkau bahkan mungkin suatu hari bsa gratis untuk kalangan menengah ke bawah.
Lalu pemenuhan gizi untuk anak-anak, jadi mereka bisa tumbuh dan berkembang. Bisa menjadi penerus nya Rossa, atau sby, atau Obama, bahkan saya hhahaha ((=

e. Arena Bermain

f. Lagu Anak-anak
Miris saya, ketika anak-anak mulai merambah lagu2 dewasa. Bernyayi lagu-lagu dewasa yg semuanya berisikan tentang cinta.
Intermezo : ketika saya berada di dalam kos, saya sedang asik berkutat dengan benda elektronik kesayangan saya, lalu anak-anak pun muncul sembari menyanyi lagu2 org dewasa, kurag lebih isinya begini "luka luka luka, bertahan satu tinja, bertahan satu T.I.N.J.A" sengaja lirik belakangnya saya ganti hhhaa ((=
yah dulu kita selalu senang ketika mendengarkan enno lerian berdendang lagu tempe tempe goreng, oseng2, lalu maissy dengan cilukbakekok, sherina dengan lagu dia pikir dia yg paling hebat, seterusnya ada chikitta meidy, geofanny, saskia, hingga trio kwek2 dengan mamah marah2 melulu, pusing dn pusing !!
kapan ya di jaman yg katanya sudah serba modern ini, lagu anak2 kembali berjaya (:

g. Perlindungan Anak
Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak untuk dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan mertabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera (Pasal 3 Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak). Perlindungan anak dilakukan tanpa diskriminasi, baik terhadap anak terlantar, anak korban pengungsi, anak cacat, anak nakal termasuk anak jalanan dan sebagainya. Oleh karena itu baik anak yang mempunyai kehidupan berkecukupan ataupun anak jalananpun harus mendapat perlindungan hukum. Hal ini dikarenakan hidup mereka yang begitu keras dan rentan terhadap segala tindak kekerasan dan kejahatan, padahal seharusnya mereka masih dalam lindungan rangtuanya atau orang dewasa lain. Perlindungan hukum terhadap anak adalah sudah pasti harus diterapkan pula pada mereka. Peran pemerintah khususnya sangat penting, sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 34 UUD 1945 “fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara”.

ke7 isu tersbut setidaknya mejadi dorongan bagi kita semua untuk menciptakan kondisi yg kondusif bagi seluruh anak di Indonesia.

Kita semua tentu berharap semoga kondisi anak di Indonesa semakin membaik dalam hal yang tentunya positif untuk tumbuh kembang anak dan kemajuan bangsa Indonesia, karena anak merupakan eksistensi dari keberhasilan suatu bangsa dan negara.



Juli 22, 2010

Judul Label

Tadinya label ini mau ditulis dengan nama Indonesia Unite, tp berhubung udh ada komunitas sejenis dengan nama yg sama, dn permintaan label juga ditolak, jadi saya pakai dariku untukmu Indonesia. Alasan pilih judul ini karena,

a. saya ingin menyampaikan aspirasi
mengingat saya bukan orang yg vokal dlm berbicara, i mean am like an introvert. just like.
saya hanya suka menyampaikan lewat gagasan dalam bentuk tulisan, jika disuruh berbicara, saya cenderung menyampaikan sdkt (inti) saja.
b. saya ingin blog ini, bsa mengingatkan saya.
suatu hari nanti ketika saya sudah terpenuhi materil dn mapan, saya bisa merecheck dan melakukan nya.

c. mengajak masyarakat indonesia dn teman2 untuk satu dalam kesatuan pencapaian tujuan, nasionalisme dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi sluruh tumpah darah tanah air indonesia, dengan pancasila yg menjadi dasar kehidupan indonesia dn jangan lupa saling menghargai :)

d. Ini persembahan kecil dari saya, tapi persembahan inilah dpt berarti drpd tidak melakukan apa2 heheheeee.

:iloveIndonesia

gerakan anti alay

Dari judulnya aja banyak orang yg ngira saya akan menulis bagaimana cara membrantas alay, mari lihat seberapa jauh kita melihat komunitas ini (:

ini adalah definisi alay

Koentjara Ningrat:
"Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkan kenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar."

Loh koq ada kaskuser juga --" Lanjut ke definisi kedua

Selo Soemaridjan: "Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu." Tapi seiring perkembangan zaman, alay sering diidentifikasikan menjadi narsis, fotogenic, sok gaul, emo, dan lain-lain. Secara garis besar, mungkin karena salah pergaulan.

ini adalah gambar yang saya ambil dr google

yah seperti inilah yang digambarkan sebagai alay.
Ga sedikit temen-temen yg benci sama org yg diidentikan dengan alay, saya sempat melakukan survey kecil2an dengan beberapa teman dn kerabat dekat mengenai sensai kaum ini, saya menyimpulkan ciri2 alay berdasarkan hasil survey :

1. Gaya bahasa yg lebih rumit dbndngkan bahasa sansekerta
2. Gaya foto --"
No comment buat satu ini, smua org punya gaya foto yg berbeda, dn mungkin ekspresif
3. Gaya Ngomong
Dibuat2 berbicaranya, macam cincau lara kah, atau juliah cobek. idk.
4. Curhat colongan di FB atau situs sosial lainnya
5. Menganggap dirinya eksis di fb atau fs atau situs lainnya, dengan friendlist sebanyak 1000, 2000 bahkan 5000 yang pastinya smua ga dikenal.

yah tapi mungkin yg paling menyebalkan adalah gaya bahasa saat mereka menuliskan sesuatu, yg terkadang saya saja suka dibuat heran dengan ke"kreatifitasan" seseorang, sampai membuat mata saya sakit, krn harus membaca nya berulang kali.

Teman2 saya hanya berharap bahwa kehadiran kaum ini nantinya bisa menyadari perilaku mereka dan ga meresahkan masyarakat [macam maling atau penguntit aja --" ]

Jadi, suatu hari ketika saya masuk ke dalam kelas sebuah matakuliah, ada seorang teman di sebelah saya. Kami berbincang mengenai pelajaran yg akan dibahas, seketika sang dosen ngebanyol dan membuat sebuah lelucon. Dan kelas sontak diam lalu tertawa, tapi tiba-tiba ada seseorang nyeletuk "ALAY" WTF !!!
Saya dan teman langsung melempar pandangan, what !! dia betul2 berani sekali mengucap kata itu untuk seorang dosen yg notabennya mereka mengajarkan sesuatu. Jadi, karena org yang berkata ini duduk di sebelah saya, saya langsung saja nyeletuk "Hey, Kamu tau apa itu definisi alay. Dan kmu meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya." dia hanya diam seketika.
Sepertinya dia adalah salah satu anak muda yg termakan euforia gerakan anti alay.

Sebenernya, sudah banyak definisi yg dijelaskan dn dpt kmu cari di google. Bahkan lengkap dengan bagaimana kmu bisa menjadi alay, dengan segala tulisan dan gaya yg disebutkan. Tapi pada intinya, saya hanya ingin berkata di dalam blog ini, bahwa semua manusia mempunyai hak sebelum mereka menjalankan suatu kewajiban nya [terdapat dalam salah satu ajaran syekh siti jennar]
Jadi apa ada yg salah di dalam diri seorang alay yg notabennya juga mereka masih dalam lingkaran manusia, dan tidak sedikit yg mengasingkan kaum ini hanya karena mereka tidak dapat berdandan ala superstar bak edward cullen, atau yg palin banter ya junot hahaa ((= alih2 karena terlalu mengikuti, malah kebablasan.

Mereka bukanlah kaum yg untuk diasingkan atau bahkan sekalipun dibenci,
alasannya adalah karena mereka juga manusia, selama mereka tidak menganggu hidup kita (dalam batas wajar), mereka tidak menyebabkan kekacauan layaknya perusuh macam FPI, atau white collar smcm gayus, dll.

Setidaknya, bagi para manusia yg masih mempunyai akal, bukankah ada baiknya jika kita menuntun kaum ini dalam artian mengarahkan mereka untuk lebih baik dalam berutur kata dan berucap bahkan berperilaku yg sesuai moral. Bahkan semua manusia, bukan hanya alay juga harus melakukan ini.

Jadi kita pun masih bsa berkreasi dn berinovasi dalam koridor yg benar sekalipun ada yg berasal dari kaum alay.

Kita ini hidup dalam indonesia,
dengan segala keanekaragaman dan keunikan,
bahkan simbol bhineka pun menjadi salah satu yg harus dipegan bangsa ini,
skalipun berbeda kita tetap satu jua.

islam, kristiani, katholik, budha, hindu, konghucu, pribumi, half-blood man (indon), bahkan smua simbol yang kau gunakan untuk mencitrakan dirimu, tidak akan berarti ketika kau menjunjung indonesia.
skalipun berbeda kita tetaplah satu, indonesia.
Untuk satu tujuan yg ada dalam pembukaan UUD 1945.
*jika tidak hapal, bisa kembali lagi ikut upacara sekolah :D